Kuliner Legendaris di Jalan Suryakencana Bogor: Harga, Jam Buka, dan Waktu Terbaik Datang
Panduan kuliner legendaris Jalan Suryakencana Bogor lengkap dengan kisaran harga dan jam bukanya.

Jalan Suryakencana adalah salah satu alamat paling ramai dicari setiap kali orang berburu kuliner di Kota Bogor. Di sepanjang kawasan Pecinan ini berderet warung, gerobak, dan kedai yang sebagian sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu. Ada yang hanya buka pagi dan habis sebelum siang, ada pula yang baru menyalakan arang menjelang sore.
Artikel ini merangkum kuliner legendaris di Suryakencana lengkap dengan kisaran harga, jam buka, dan waktu terbaik untuk datang, supaya kunjunganmu tidak berakhir di depan lapak yang sudah tutup.
Sekilas Sejarah Kawasan Suryakencana
Jalan ini punya sejarah panjang. Ruasnya mulai dibangun pada 1808 di masa Gubernur Jenderal Daendels sebagai bagian dari Jalan Pos (Post Weg). Karena aktivitas dagangnya yang ramai, jalan ini sempat dikenal sebagai Handelstraat atau jalan perdagangan, lalu disebut Jalan Perniagaan, sebelum nama Suryakencana dipakai sekitar tahun 1970-an.
Warga keturunan Tionghoa menetap di kawasan ini sejak masa kolonial, terutama setelah pemerintah Hindia Belanda memberlakukan aturan permukiman berdasarkan etnis (wijkenstelsel) pada 1853. Jejaknya masih terasa hingga kini, mulai dari Vihara Dhanagun (Hok Tek Bio) di dekat pintu masuk kawasan dan Pasar Bogor yang berada di sebelahnya, hingga deretan toko lama dan lampion merah yang menghiasi jalan.
Perpaduan budaya Sunda dan Tionghoa itulah yang membuat ragam kulinernya begitu kaya: dari laksa, cungkring, dan soto kuning, sampai martabak arang dan es pala.
Menu Sarapan: Datang Sebelum Siang
1. Cungkring Pak Jumat
Cungkring adalah sajian khas Bogor berisi lontong, potongan kikil dan cungur sapi, serta rempeyek atau keripik tempe, disiram bumbu kacang yang manis gurih. Cungkring Pak Jumat disebut sudah berjualan sejak 1975 dan menjadi salah satu menu sarapan paling dicari di Suryakencana.
Lapaknya mulai melayani pembeli sekitar pukul 06.00 dan biasanya habis sebelum tengah hari. Harganya sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000 per porsi.
2. Laksa Mang Wahyu
Laksa Bogor berbeda dengan laksa dari daerah lain. Kuahnya kuning dari santan dan kunyit, disajikan bersama ketupat, bihun, tauge, tahu, telur rebus, oncom, dan daun kemangi yang memberi aroma segar. Laksa Mang Wahyu di kawasan Gang Aut disebut berjualan sejak sekitar 1960-an dengan resep yang diwariskan turun-temurun.
Laksa ini dijual dari pagi hingga menjelang siang, dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per porsi.
3. Lumpia Basah Gang Aut
Berbeda dengan lumpia goreng, lumpia basah khas Bogor berisi tumisan tauge, bengkuang, tahu, dan telur yang dimasak di atas tungku arang, lalu dibungkus kulit lumpia tanpa digoreng. Lapaknya berada di Jalan Suryakencana Nomor 307, buka sekitar pukul 09.30 hingga 19.30, dengan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.
BACA JUGA: 12 Makanan Khas Bogor yang Wajib Dicoba, dari Toge Goreng hingga Doclang
Menu Makan Siang dan Makan Malam
4. Soto Kuning Pak Yusup
Soto kuning adalah salah satu ikon kuliner Bogor. Kuahnya berbumbu kunyit dan rempah, dengan isian yang bisa dipilih sendiri, mulai dari daging, paru, babat, hingga kikil. Soto Kuning Pak Yusup berada di Jalan Suryakencana Nomor 287 dan mulai buka sekitar pukul 10.00.
Harga dihitung dari jumlah potongan isian yang dipilih, sekitar Rp10.000 per potong. Jadi total yang dibayar tergantung seberapa banyak isian yang kamu ambil.
5. Nasi Goreng Guan Tjo
Nasi Goreng Guan Tjo disebut sudah ada sejak 1965. Menu andalannya nasi goreng ayam pete dan nasi goreng ayam sosis. Kedai ini buka setiap hari pukul 11.00 hingga 20.00, dengan harga sekitar Rp35.000 per porsi.
6. Bakso Bening Si Abah dan Bakso Kikil Pak Jaka
Dua pilihan bakso ini punya penggemar masing-masing. Bakso Bening Si Abah dikenal dengan kuahnya yang jernih dan disajikan tanpa sayuran, dengan pilihan mi kuning atau kwetiau. Harganya mulai sekitar Rp15.000 per porsi.
Sementara itu, Bakso Kikil Pak Jaka menawarkan bakso dengan kikil sapi yang empuk dalam kuah gurih. Kedai ini buka dari siang hingga malam, dengan harga mulai sekitar Rp25.000 per porsi.
Menu Sore: Arang Mulai Menyala
7. Martabak Encek
Martabak manis ini masih dimasak di atas tungku arang, cara yang dipertahankan sejak mulai berjualan pada 1975. Lokasinya di Jalan Suryakencana Nomor 289, di seberang Gang Aut. Martabak Encek mulai berjualan sekitar pukul 14.00 dan hanya buka beberapa jam, jadi sebaiknya datang lebih awal. Harganya mulai sekitar Rp40.000.
8. Sate Sumsum Pak Oo
Menu andalannya sate sumsum sapi, ditemani pilihan sate daging dan sate ginjal dengan bumbu kacang manis. Lapaknya berada di Jalan Suryakencana Nomor 193 dan mulai buka pukul 15.00. Harga yang dilaporkan sejumlah media berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000 per porsi.
9. Asinan Jagung Bakar Pak Subur
Perpaduan yang unik: jagung bakar disajikan dengan kuah asinan yang asam, manis, dan pedas, plus kerupuk. Lapak ini berada di kawasan Gang Aut dan cocok dicicipi sambil berjalan menyusuri Suryakencana.
Minuman dan Pencuci Mulut
- Es Pala Pak Ujang: minuman segar dari buah pala asli yang disebut sudah dijual sejak era 1950-an. Harganya sekitar Rp6.000 per gelas.
- Es Durian Pakuan: es berisi daging durian asli, sekitar Rp15.000 per porsi.
- Bir Kotjok: meski bernama bir, minuman ini tidak mengandung alkohol. Rasanya hangat dan pedas dari rebusan rempah seperti jahe dan kayu manis.
BACA JUGA: Panduan Lengkap ke Kebun Raya Bogor: Jam Buka, Tiket, Akses, dan Spot Menarik
Tips Berburu Kuliner di Suryakencana
- Atur jadwal sesuai menu. Cungkring dan laksa paling enak dicari pagi hari karena cepat habis. Martabak arang dan sate sumsum baru buka sore.
- Siapkan uang tunai. Banyak pedagang kaki lima dan gerobak masih mengandalkan pembayaran tunai.
- Parkir terbatas. Jalan Suryakencana sempit dan padat, terutama akhir pekan. Kalau memungkinkan, datang dengan angkutan umum atau ojek, lalu jelajahi kawasannya dengan berjalan kaki.
- Tanyakan status halal. Suryakencana adalah kawasan Pecinan, sehingga sebagian kedai menyajikan menu nonhalal, misalnya ngo hiang berbahan daging babi. Jika kamu memerlukan makanan halal, tanyakan langsung kepada penjual sebelum memesan.
- Cek ulang sebelum berangkat. Jam buka dan harga bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat libur panjang atau bulan Ramadan.
Dengan perencanaan sederhana, satu hari di Suryakencana bisa menjadi perjalanan kuliner lengkap, dari sarapan cungkring di pagi hari sampai martabak arang di sore hari.
Harga dan jam operasional dirangkum dari liputan media pada 2025 hingga 2026 dan dapat berubah. Informasi diperbarui 24 Oktober 2026.
Foto utama: Sabil Khoer Al Munawar, CC0, via Wikimedia Commons
