Edisi Bogor — 29 October 2026 • PemerintahWisataKuliner
Subscribe Sign In
Berita dan Review Bogor | Sejak 2020

Stunting dan Perceraian Masih Jadi Pekerjaan Rumah Kota Bogor, Warga Diajak Gotong Royong

Wawalkot Bogor sebut stunting dan perceraian masih tinggi, warga diajak gotong royong mengatasinya.

Andi Gustiawan · 22 October 2026, 17.13 WIB
stunting

ReviewBogor.com – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyebut angka stunting dan perceraian di Kota Bogor masih tinggi dan menjadi masalah krusial dalam upaya mewujudkan “Bogor Sejahtera”.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong mengatasinya. Pernyataan itu disampaikan dalam sosialisasi program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana untuk warga Kecamatan Bogor Utara di Bumi Parahyangan, Cimahpar, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA: Warga Balumbangjaya Terima Bantuan Ikan Beku dari Program Gemarikan, Fokus Tekan Stunting


Poin Penting

  • Jenal Mutaqin menyebut stunting dan perceraian termasuk masalah kesejahteraan yang masih tinggi di Kota Bogor
  • Pengangguran juga disebut sebagai salah satu persoalan dalam misi Bogor Sejahtera
  • Menurutnya, penyebab antara lain kondisi ekonomi dan konflik sosial di masyarakat
  • Ia meminta penanganannya menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya satu keluarga
  • Kegiatan digelar Kemendukbangga/BKKBN bersama Komisi IV dan Komisi IX DPR RI serta mitra kerja
  • Sumber tidak mencantumkan angka resmi stunting maupun perceraian

Bogor Sejahtera dan Masalah Krusialnya

Jenal menjelaskan “Bogor Sejahtera” adalah salah satu misi wali kota dan wakil wali kota. Di dalamnya, kata dia, terdapat sejumlah persoalan krusial yang perlu ditangani, yaitu pengangguran, kasus stunting, dan angka perceraian yang masih tinggi.

“Dalam salah satu misi wali kota dan wakil wali kota ada Bogor Sejahtera. Di dalamnya ada permasalahan yang krusial,” ujarnya dalam sambutan.

BACA JUGA: DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda: Penataan Ritel Modern dan Pembaruan Administrasi Kependudukan

Faktor Ekonomi dan Konflik Sosial

Jenal menyebut tingginya angka-angka tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi dan konflik sosial di masyarakat. Karena itu, pembinaan keluarga berencana dan ketahanan keluarga menurutnya tidak cukup dibebankan pada satu keluarga, melainkan perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sosialisasi Pembangunan Keluarga di Bogor Utara

Sosialisasi tersebut diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Komisi IV dan Komisi IX DPR RI serta mitra kerja. Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari dan Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni, serta perwakilan BKKBN pusat dan provinsi.