PHK Jawa Barat 2026 Tertinggi di Indonesia, 13.044 Pekerja Terdampak
Sebanyak 13.044 pekerja di Jawa Barat terkena PHK hingga September 2026, terbanyak di Indonesia.

Reviewbogor.com – Sebanyak 13.044 pekerja di Jawa Barat terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga September 2026. Angka itu menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan kasus PHK terbanyak di Indonesia, sekitar 20,45 persen dari total 63.789 pekerja yang tercatat terkena PHK secara nasional.
Poin Penting
- 13.044 pekerja di Jawa Barat terkena PHK pada Januari–September 2026
- Jabar menyumbang sekitar 20,45 persen dari 63.789 kasus PHK nasional
- PHK banyak terjadi di sektor manufaktur, terutama industri padat karya
- Kasus terkonsentrasi di Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Bandung Raya
- Disnakertrans Jabar menyebut tren PHK hingga triwulan III 2026 menurun dibanding periode yang sama tahun lalu
- Angka PHK masih bisa berubah karena klaim JKP dapat diajukan hingga enam bulan sejak tanggal PHK
Mengapa Jabar Tertinggi?
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Jawa Barat, Firman Desa, mengatakan tingginya angka PHK sejalan dengan besarnya jumlah perusahaan dan tenaga kerja di provinsi tersebut.
BACA JUGA: Fenomena “Mantab” Makin Terlihat, Porsi Tabungan Masyarakat Menyusut
“Jawa Barat ini provinsi dengan jumlah industri dan tenaga kerja terbesar se-Indonesia. Otomatis, jumlah PHK-nya juga berbanding lurus dengan jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang ada di Jawa Barat,” ujar Firman di Bandung, Senin (12/10/2026).
Manufaktur dan Kawasan Industri Paling Terdampak
Berdasarkan penelusuran data Agustus 2026, pengurangan tenaga kerja paling banyak ditemukan di sektor manufaktur, khususnya industri padat karya. Dari sisi wilayah, PHK terkonsentrasi di kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi dan Karawang.
Bandung Raya juga mencatat cukup banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan, sejalan dengan banyaknya pabrik di wilayah tersebut.
Teknologi dan Persaingan Pasar Jadi Pemicu
Firman menyebut sejumlah faktor mendorong perusahaan mengurangi pekerja, mulai dari perubahan teknologi dan pola kerja, persaingan usaha, hingga kondisi pasar.
Sebagian perusahaan beralih dari pekerjaan manual ke otomatisasi. “Robotisasi, komputerisasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah proses produksi sekaligus kebutuhan tenaga kerja,” katanya.
Di sektor otomotif, ia menilai industri kendaraan berbahan bakar mesin mengalami penurunan dan kalah bersaing dengan kendaraan listrik. Subsidi dan program pemerintah untuk mendorong penjualan kendaraan listrik, menurutnya, turut memengaruhi dinamika pasar.
Pendataan Belum Menyeluruh
Disnakertrans Jabar mengakui belum memiliki pendataan menyeluruh soal jumlah perusahaan yang usahanya menurun atau melakukan PHK. Kendalanya, belum semua perusahaan melaporkan kondisi tenaga kerja, termasuk saat terjadi pengurangan pekerja.
Tren Menurun, Target TPT Turun 0,5 Persen
Meski tertinggi secara nasional, Firman menyebut jumlah PHK hingga triwulan III 2026 lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. “Berdasarkan data sampai triwulan III, jumlah PHK mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya. Ia menyebut tahun lalu masih ada dampak pandemi dan krisis ekonomi global.
Disnakertrans Jabar menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,5 persen pada 2026.
Upaya Membuka Lapangan Kerja Baru
Untuk membantu pekerja terdampak, Disnakertrans Jabar memperluas akses informasi lowongan lewat aplikasi Nyari Gawe. Pemprov Jabar juga menggelar rekrutmen daring melalui siaran langsung di TikTok, antara lain bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Informasi ribuan lowongan juga disebarkan lewat media daring, dan pekerja yang butuh keterampilan baru bisa mengikuti program pelatihan kerja.
Dari sisi pencegahan, pemerintah mendorong hubungan industrial yang harmonis dan iklim investasi yang terjaga, termasuk kemudahan perizinan dan pemberantasan percaloan dalam rekrutmen. Firman menegaskan PHK semestinya menjadi langkah terakhir yang ditempuh perusahaan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa jumlah pekerja terkena PHK di Jawa Barat pada 2026?
Sebanyak 13.044 pekerja pada Januari–September 2026, sekitar 20,45 persen dari 63.789 kasus nasional.
Sektor apa yang paling banyak PHK?
Manufaktur, terutama industri padat karya, berdasarkan penelusuran data Agustus 2026.
Di mana PHK paling terkonsentrasi?
Di kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi dan Karawang, serta wilayah Bandung Raya.
Apa penyebab PHK menurut Disnakertrans Jabar?
Perubahan teknologi dan pola kerja (robotisasi dan AI), persaingan usaha, dan kondisi pasar, termasuk persaingan kendaraan listrik di sektor otomotif.
Apakah angka PHK bisa berubah?
Ya. Kemnaker mengingatkan angka masih dapat berubah karena klaim JKP bisa diajukan hingga enam bulan sejak tanggal PHK.
Ke mana pekerja terdampak bisa mencari lowongan?
Lewat aplikasi Nyari Gawe, rekrutmen daring di TikTok Pemprov Jabar, dan program pelatihan kerja Disnakertrans.
