Edisi Bogor — 29 October 2026 • PemerintahWisataKuliner
Subscribe Sign In
Berita dan Review Bogor | Sejak 2020

Waspada DBD di Musim Hujan: Gejala, Tanda Bahaya, dan Cara Mencegahnya di Bogor

Gejala, tanda bahaya, dan langkah 3M Plus untuk mencegah DBD di Bogor saat musim hujan tiba.

Redaksi · 23 October 2026, 21.46 WIB
Nyamuk Aedes aegypti, penular demam berdarah dengue, sedang menggigit kulit manusia
Foto: James Gathany (CDC), domain publik, via Wikimedia Commons

Musim hujan selalu membawa kewaspadaan tambahan bagi warga Bogor. Genangan air yang muncul di sekitar rumah dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, penular demam berdarah dengue atau DBD.

Kementerian Kesehatan menyebut kasus DBD cenderung meningkat saat musim hujan karena nyamuk berkembang biak lebih cepat. Di Kota Bogor, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor yang membuat risiko ini perlu diwaspadai sepanjang tahun.

BACA JUGA: Kasus Influenza Tipe A Sedang Marak: Kenali Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya di RS Azra Bogor

Mengapa Bogor Perlu Lebih Waspada?

Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Entomolog kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor pernah menjelaskan bahwa hujan yang lebih sering turun memperbanyak genangan air, terutama di tempat yang jarang digunakan atau kurang terawat.

Nyamuk penular DBD, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus, tidak membutuhkan banyak air untuk bertelur. Air yang tertampung di vas bunga, tatakan pot, ban bekas, atau talang yang tersumbat sudah cukup menjadi sarang jentik.

Gejala DBD yang Perlu Dikenali

Menurut Kemenkes, gejala biasanya muncul 3 hingga 10 hari setelah gigitan nyamuk. Gejala awal sering mirip flu, antara lain:

  • Demam tinggi yang berlangsung sekitar 2 hingga 7 hari.
  • Sakit kepala hebat dan nyeri di belakang mata.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Mual.

Sebagian orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara sebagian besar pasien dapat pulih tanpa memasuki fase kritis.

Waspadai Fase Kritis

Salah satu hal yang sering terkecoh adalah saat demam mulai turun. Kemenkes menjelaskan bahwa pada fase kritis, demam justru sudah reda, tetapi cairan dalam pembuluh darah dapat merembes keluar dan jumlah trombosit bisa turun drastis.

Tanda Bahaya yang Butuh Penanganan Segera

  • Nyeri perut hebat.
  • Muntah terus-menerus.
  • Perdarahan, misalnya dari gusi atau hidung.
  • Gelisah atau perubahan kesadaran.
  • Kulit terasa dingin dan lembap, disertai nadi cepat dan lemah.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat. Kemenkes menegaskan bahwa diagnosis dini dapat menekan risiko kematian.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Bogor Besok, Jumat 2 Oktober 2026: Hujan Sedang di Seluruh Kecamatan

Pencegahan dengan 3M Plus

Kemenkes menilai pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus efektif jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Langkahnya meliputi:

  • Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan ember secara berkala.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air.
  • Plus, mencegah gigitan nyamuk, misalnya dengan memakai losion antinyamuk, kelambu, atau pakaian lengan panjang.

Cek Sudut yang Sering Terlupa

Selain bak mandi, periksa juga tatakan dispenser, tatakan pot, talang air, kolam yang tidak terawat, serta wadah minum hewan peliharaan. Tempat-tempat inilah yang kerap luput saat membersihkan rumah.

Peran Lingkungan Sekitar

Pencegahan DBD tidak cukup dilakukan satu rumah saja. Kemenkes mendorong keterlibatan RT, RW, kader kesehatan, sekolah, dan tokoh masyarakat dalam edukasi pencegahan. Warga juga diminta proaktif melaporkan kasus demam yang dicurigai DBD agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.

Langkah sederhana yang dilakukan bersama, seperti kerja bakti membersihkan saluran air dan barang bekas, dapat menekan populasi nyamuk di satu lingkungan. Jika ada anggota keluarga yang demam lebih dari dua hari, jangan menunda pemeriksaan ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun saran dari tenaga kesehatan.