Satu Jenazah Nelayan Ditemukan di Perairan Pamoekan Tasikmalaya, Satu Korban Masih Dicari
Tim SAR temukan jenazah nelayan di Perairan Pamoekan, Tasikmalaya. Satu korban masih dicari.

Review Bogor, Tasikmalaya — Tim SAR Gabungan menemukan jenazah nelayan bernama Weli (48) dalam operasi pencarian kecelakaan kapal nelayan terbalik di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (2/10/2026) malam. Satu nelayan lainnya, Ending (58), masih dalam pencarian hingga Sabtu (3/10/2026).
Pencarian korban memasuki hari keempat pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan area pencarian diperluas berdasarkan hasil evaluasi dan perhitungan SAR Map Prediction.
BACA JUGA: Dari Sekolah hingga Asuransi Nelayan, Ini Capaian Jabar di Balik Penghargaan Terbaik I
Poin Penting
- Kecelakaan kapal melibatkan 3 orang nelayan.
- Weli (48) ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Jenazah Weli ditemukan sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian.
- Ending (58) masih dalam pencarian.
- Operasi SAR memasuki hari keempat pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
- Area pencarian yang ditetapkan mencapai 505,3294 NM² (Area of Probability).
- Pencarian dilakukan melalui penyisiran pantai dan laut.
Di Mana Lokasi Kecelakaan Kapal Nelayan?
Kecelakaan kapal nelayan terjadi di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Weli sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian pada Jumat malam sekitar pukul 21.45 WIB.
Setelah ditemukan, jenazah Weli dievakuasi dan kemudian diserahkan untuk proses pemakaman di rumah duka.
Berapa Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pamoekan?
Kecelakaan tersebut melibatkan tiga orang nelayan.
Dari informasi operasi SAR, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yaitu:
- Weli, 48 tahun — ditemukan meninggal dunia.
- Ending, 58 tahun — masih dalam pencarian.
Sementara itu, terdapat satu korban lain dalam insiden tersebut yang tidak termasuk dalam status pencarian pada hari keempat.
Siapa Korban yang Ditemukan?
Korban yang ditemukan adalah Weli (48). Jenazah Weli ditemukan pada Jumat, 2 Oktober 2026, sekitar pukul 21.45 WIB dalam operasi SAR hari ketiga. Lokasi penemuan berada sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian.
Setelah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan, jenazah dibawa menuju rumah duka.
Siapa Korban yang Masih Dicari?
Korban yang masih dalam pencarian adalah Ending (58). Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap Ending pada Sabtu, 3 Oktober 2026, atau hari keempat operasi SAR.
Area pencarian diperluas berdasarkan hasil evaluasi operasi dan perhitungan SAR Map Prediction.
Bagaimana Pencarian Hari Keempat Dilakukan?
Operasi pencarian hari keempat dimulai pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB. Tim SAR Gabungan membagi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1: Penyisiran Pantai
SRU 1 melakukan penyisiran wilayah pantai dari Last Known Position (LKP) atau posisi terakhir korban diketahui. Penyisiran dilakukan ke arah timur dan barat dengan jarak sekitar 4 kilometer.
SRU 2: Pencarian di Laut
SRU 2 melakukan pencarian menggunakan perahu nelayan. Penyisiran dilakukan ke arah timur dan barat dengan jarak hingga 8 NM atau sekitar 14,8 kilometer dari titik pencarian.
Secara keseluruhan, area pencarian yang ditetapkan pada hari keempat mencapai 505,3294 NM² berdasarkan Area of Probability.
Apa Kata Basarnas tentang Pencarian Korban?
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan Tim SAR Gabungan akan memperluas pencarian berdasarkan evaluasi operasi dan perhitungan SAR Map Prediction.
“Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian berdasarkan hasil evaluasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Kami berharap korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.”
Jika korban ditemukan, proses evakuasi akan dilakukan menuju fasilitas kesehatan terdekat sesuai kondisi korban. Selanjutnya, korban akan diserahterimakan kepada pihak keluarga.
BACA JUGA: Warga Kabupaten Bogor Minta Pemkab Turun Tangan, Dua Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang
Apa Saja Protokol Keselamatan dalam Operasi SAR?
Tim SAR Gabungan menerapkan sejumlah prosedur keselamatan selama operasi pencarian berlangsung.
Langkah tersebut mencakup penempatan Safety Officer dan Tim Reaksi Cepat yang dilengkapi peralatan medis. Ambulans dan tim medis juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama operasi.
Prosedur tersebut diterapkan karena operasi pencarian dilakukan di wilayah pantai dan perairan dengan kondisi yang dapat berubah selama kegiatan berlangsung.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Pencarian?
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, yaitu:
- Basarnas Kantor SAR Bandung
- TNI
- Polri
- BPBD
- Tagana
- PMI
- Perangkat desa setempat
- Nelayan setempat
- Keluarga korban
Keterlibatan nelayan dan masyarakat setempat mendukung penyisiran di wilayah pesisir dan perairan sekitar lokasi kejadian.
FAQ: Pencarian Nelayan di Perairan Pamoekan
Di mana kecelakaan kapal nelayan terjadi?
Kecelakaan terjadi di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Berapa jumlah nelayan yang menjadi korban?
Kecelakaan tersebut melibatkan tiga orang nelayan. Berdasarkan perkembangan operasi SAR, satu korban ditemukan meninggal dunia dan satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Siapa korban yang ditemukan?
Korban yang ditemukan adalah Weli (48). Jenazahnya ditemukan pada Jumat, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 21.45 WIB, sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian.
Siapa korban yang masih dicari?
Korban yang masih dalam pencarian adalah Ending (58). Pencarian terhadap Ending memasuki hari keempat pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Berapa luas area pencarian hari keempat?
Area pencarian hari keempat mencapai 505,3294 NM² (Area of Probability).
Bagaimana strategi pencarian korban?
Tim SAR membagi operasi menjadi dua SRU. SRU 1 menyisir pantai sejauh 4 kilometer ke arah timur dan barat, sedangkan SRU 2 melakukan pencarian di laut menggunakan perahu nelayan hingga 8 NM ke arah timur dan barat.
Siapa yang melakukan pencarian?
Operasi melibatkan Basarnas Kantor SAR Bandung, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, perangkat desa, nelayan setempat, dan keluarga korban.
Perkembangan Terbaru Pencarian
Per Sabtu, 3 Oktober 2026, satu korban bernama Weli (48) telah ditemukan meninggal dunia, sementara Ending (58) masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi dengan memperluas area pencarian melalui penyisiran pantai dan laut.
Operasi pencarian dapat berubah mengikuti hasil evaluasi lapangan, kondisi perairan, serta perhitungan SAR Map Prediction.
Sumber: Kantor SAR Bandung (Basarnas)
