Dari Sekolah hingga Asuransi Nelayan, Ini Capaian Jabar di Balik Penghargaan Terbaik I
Dedi Mulyadi paparkan capaian pendidikan hingga asuransi nelayan di balik Terbaik I PPD 2026.

Reviewbogor.com — Predikat Terbaik I yang diraih Jawa Barat dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 tidak lepas dari sejumlah capaian konkret di sektor pendidikan, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan sejumlah program yang menjadi fondasi capaian tersebut usai menerima penghargaan di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Poin Penting
- Anggaran perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) naik dari Rp17,5 juta menjadi Rp40 juta
- Perluasan asuransi ketenagakerjaan bagi 5,7 juta jiwa tenaga kerja informal (petani dan nelayan) mulai tahun depan
- Penambahan jumlah sekolah, ruang kelas baru, dan tenaga guru
- Infrastruktur jalan diperkuat dengan penerangan jalan umum (PJU) dan CCTV terhubung
- Penghargaan Terbaik I PPD 2026 diterima dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy
Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas
Pemprov Jabar terus berupaya memperbaiki sektor pendidikan dengan menambah jumlah sekolah, ruang kelas baru, dan jumlah guru. Di sisi infrastruktur, pemerintah memastikan jalan dalam kondisi baik, lebar, dan panjang, dilengkapi penerangan jalan umum yang terang serta CCTV yang terhubung ke sistem pemantauan.
Anggaran Rutilahu Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Salah satu capaian yang disorot langsung oleh Gubernur Dedi adalah kenaikan signifikan anggaran perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), dari Rp17,5 juta menjadi Rp40 juta per unit.
“Pada layanan kesejahteraan publik, sanitasi dan perumahan masyarakat harus baik. Dari anggaran (perbaikan rutilahu) 17,5 juta rupiah naik menjadi 40 juta rupiah, karena saya ingin meningkatkan derajat orang,” ujar Dedi.
Perluasan Asuransi untuk Petani dan Nelayan
Pemprov Jawa Barat juga berencana memperluas jaminan asuransi ketenagakerjaan bagi tenaga kerja informal seperti petani dan nelayan, menjangkau hingga 5,7 juta jiwa mulai tahun depan — langkah yang menunjukkan perluasan jaring pengaman sosial di luar sektor formal.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja capaian konkret di balik predikat Terbaik I Jawa Barat?
Perbaikan sektor pendidikan, infrastruktur jalan dengan PJU dan CCTV, kenaikan anggaran rutilahu, serta perluasan asuransi ketenagakerjaan bagi petani dan nelayan.
BACA JUGA: PHK Jawa Barat 2026 Tertinggi di Indonesia, 13.044 Pekerja Terdampak
Berapa kenaikan anggaran perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu)?
Naik dari Rp17,5 juta menjadi Rp40 juta per unit.
Siapa yang akan mendapat perluasan asuransi ketenagakerjaan?
Tenaga kerja informal seperti petani dan nelayan, menjangkau hingga 5,7 juta jiwa mulai tahun depan.
Mengapa Gubernur Dedi Mulyadi menyebut keterbatasan anggaran bukan halangan?
Karena menurutnya, keterbatasan justru memicu lahirnya inovasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui pelayanan publik.
Sumber: Portal Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (jabarprov.go.id) — Rilis Humas Jabar
