Garudayaksa vs Persib 1-2: Gol Telat Adam Alis Bungkam Pakansari
Gol Adam Alis di masa tambahan waktu bawa Persib menang 2-1 atas Garudayaksa yang main 10 orang.

ReviewBogor.com- Pakansari punya cara sendiri untuk menyimpan cerita. Stadion di Cibinong itu sudah menyaksikan laga tim nasional, final turnamen, dan ribuan pertandingan biasa yang dilupakan sehari setelahnya. Minggu malam, 25 Oktober 2026, ia menyaksikan satu laga yang ceritanya baru selesai ditulis di detik-detik terakhir: Garudayaksa FC kalah 1-2 dari Persib Bandung lewat gol Adam Alis di masa tambahan waktu.
Bagi Persib, tiga poin itu membawa mereka naik ke lima besar Super League 2026/2027. Bagi Garudayaksa, kekalahan ini terasa lebih pahit dari skornya. Mereka sempat menyamakan kedudukan, bertahan dengan sepuluh pemain, dan hanya butuh beberapa menit lagi untuk membawa pulang satu poin dari tim yang lebih berpengalaman.
Tuan Rumah Baru di Bogor
Untuk memahami arti laga ini bagi Bogor, perlu menengok perjalanan Garudayaksa. Klub ini dulunya bernama PSKC Cimahi, lalu berganti nama menjadi Garudayaksa FC pada pertengahan 2025 dan menjadikan Stadion Pakansari sebagai kandang. Musim lalu mereka menjuarai kasta kedua (Championship 2025/2026) setelah mengalahkan PSS Sleman lewat adu penalti di partai final, sekaligus memastikan tiket promosi.
Musim ini adalah musim pertama Garudayaksa di kasta tertinggi. Artinya, Kabupaten Bogor kini punya tim yang rutin menggelar laga Super League di rumah sendiri. Pertemuan dengan Persib, salah satu klub dengan basis pendukung terbesar di Jawa Barat, menjadi salah satu ujian terberat mereka sejauh ini.
Jadwal laga ini sendiri sempat bergeser. Semula pertandingan dijadwalkan Senin, 26 Oktober, sore hari. Operator liga kemudian memajukannya sehari ke Minggu malam pukul 19.00 WIB, untuk memberi Persib waktu pemulihan lebih panjang sebelum menjamu Melbourne Victory di AFC Champions League Two pada Rabu, 28 Oktober, di Bandung.
BACA JUGA: Cara ke Bogor Naik KRL dari Jakarta: Rute, Tarif, dan Tips Perjalanan
Babak Pertama: Persib Lebih Cepat Panas
Garudayaksa sudah kehilangan pemain sejak awal. Bek Hamra Hehanussa mengalami cedera di menit kelima, sebuah gangguan dini bagi lini belakang tuan rumah.
Persib memanfaatkan momen itu. Pada menit ke-15, peluang dari Uilliam Barros di dalam kotak penalti berujung pada bola liar yang disambar Mariano Peralta. Tembakannya melewati kiper Dominik Holec. Gol ini menjadi gol perdana Peralta untuk Persib di Super League.
Setelah unggul, Persib terus menekan. Tembakan Peralta di menit ke-23 masih bisa dihalau pemain belakang Garudayaksa tepat di garis gawang. Di menit ke-38, Luka Menalo mendapat peluang dari jarak dekat, tetapi Holec kembali menyelamatkan gawangnya. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Garudayaksa Membalas
Tertinggal satu gol, Garudayaksa tidak menyerah. Pelatih Milos Joksic mengandalkan serangan balik cepat, dan cara itu membuahkan hasil pada menit ke-65. Berawal dari umpan pemain pengganti Iury, Jayro Jean menuntaskan peluang dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Di kubu Persib, pelatih Igor Tolic memasukkan Thom Haye dan Eliano Reijnders menggantikan Dedi Kusnandar dan Sandy Walsh. Persib terus mencari gol kedua, tetapi penyelesaian akhir belum juga menemukan sasaran.
Momen yang mengubah arah pertandingan datang di menit ke-85. Pemain Garudayaksa Aleksandar Busnic menerima kartu merah setelah wasit meninjau ulang sebuah kontak fisik di dekat kotak penalti lewat VAR. Tuan rumah harus menuntaskan laga dengan sepuluh pemain.
Gol yang Datang Terlambat
Unggul jumlah pemain, Persib menumpuk serangan di sisa waktu. Tendangan bebas Thom Haye masih bisa ditepis Holec.
Pertahanan Garudayaksa akhirnya runtuh di masa tambahan waktu babak kedua. Adam Alis melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dijangkau Holec. Skor berubah 2-1, dan tidak ada lagi waktu tersisa bagi tuan rumah untuk membalas.
BACA JUGA: 20 Pendekar IPSI Kabupaten Bogor Siap Bidik Emas di Porprov XV Jabar 2026
Arti Tiga Poin dan Satu Pelajaran
Kemenangan ini membawa Persib ke posisi kelima klasemen dengan 13 poin dari tujuh laga, hasil dari empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Momentum ini datang tepat sebelum agenda padat di kompetisi Asia.
Garudayaksa masih tertahan di posisi ke-14 dengan 5 poin. Meski begitu, laga ini memperlihatkan bahwa tim debutan asal Bogor ini mampu bersaing dengan klub mapan. Mereka bangkit setelah tertinggal dan bertahan rapat meski kalah jumlah pemain. Pelajaran terbesarnya ada pada sepuluh menit terakhir: menjaga fokus dan disiplin ketika pertandingan memasuki fase paling menentukan.
Bagi warga Bogor, malam di Pakansari ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola kasta tertinggi kini benar-benar hadir di Cibinong. Setiap laga kandang Garudayaksa membuka kesempatan menonton tim-tim terbaik Indonesia tanpa harus pergi jauh.
Susunan Pemain
Garudayaksa FC (pelatih: Milos Joksic): Dominik Holec; Paulo Ricardo, Wahyu Prasetyo, Hamra Hehanussa, Theo Fillo, Aleksandar Busnic, Azizu Nesta, M. Sihran, Jayro Jean, Christian Frydek, Arkhan Kaka.
Persib Bandung (pelatih: Igor Tolic): Fitrah Maulana; Danijel Loncar, Patricio Matricardi, Ikhwan Tanamal, Sandy Walsh, Dedi Kusnandar, Luciano Guaycochea, Adam Alis, Luka Menalo, Mariano Peralta, Uilliam Barros.
